Dorong Prestasi dan Literasi Budaya, MTsN 1 Kendari Gelar Matsutake Competition 2026 dan 3rd Expo Madrasah.

MTsN 1 Kendari menggelar Matsutake Competition dan 3rd Expo Madrasah 2026 pada 10–13 Februari 2026 sebagai upaya mendorong prestasi akademik siswa sekolah dasar, memperkuat literasi budaya lokal, serta memperluas peran madrasah sebagai ruang pendidikan dan pelayanan sosial bagi masyarakat.
Kepala MTsN 1 Kendari H. Mappataliang, S.Pd., M.A., M.Pd. menyebutkan bahwa kegiatan Matsutake Competition dan 3rd Expo Madrasah secara resmi akan dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Sultra H. Mansur, S.Pd., M.A. pada Rabu, 11/2/2026 mendatang.
“Panitia telah menyurat ke Kanwil Kemenag Sultra melalui Kemenag Kota Kendari terkait permintaan membuka kegiatan oleh Kakanwil Kemenag Sultra,” ungkap H. Mappataliang.
Lebih lanjut, H. Mappataliang mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat konfirmasi balasan dari Kanwil Kemenag Sultra terkait kesediaan Kakanwil untuk membuka kegiatan tersebut.
Ketua Panitia, Maulana Jayadin, S.Pd, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang kompetisi, kreativitas, dan pelayanan sosial yang melibatkan siswa, sekolah dasar sederajat, serta masyarakat umum.
“Matsutake Competition dan Expo Madrasah ini merupakan kegiatan tahunan MTsN 1 Kendari. Orientasinya bukan sekadar seremoni ulang tahun, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Maulana Jayadin, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini terdiri atas empat rangkaian utama. Pertama, Matsutake Competition, yakni ajang lomba bagi siswa SD/MI se-Kota Kendari yang mencakup tujuh cabang: Lomba Cepat Tepat MIPAS, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPAS, Badminton Tunggal Putra, Hifdzil Qur’an Juz 30, Clash of Champion (COC), dan Menango (bercerita dalam Bahasa Tolaki).
Kedua, Expo Madrasah dan Pentas Seni Siswa MTsN 1 Kendari, yang menampilkan pameran program madrasah, karya siswa, serta pertunjukan seni dan budaya. Ketiga, Bakti Sosial (Baksos) berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Keempat, Bazar UMKM, yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya.
Maulana menegaskan bahwa kegiatan ini menyasar tiga kelompok utama. “Sasarannya ada tiga. Pertama, siswa MTsN 1 Kendari melalui Expo dan Penta Seni. Kedua, siswa SD/MI sederajat sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana kami memperkenalkan ekosistem pendidikan dan fasilitas di MTsN 1 Kendari. Ketiga, masyarakat umum melalui kegiatan bakti sosial, karena madrasah juga harus menjadi mitra sosial bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa MTsN 1 Kendari memiliki ekosistem pendidikan tersendiri dengan berbagai fasilitas pendukung, yang ingin diperkenalkan lebih luas kepada calon siswa dan masyarakat. Menurutnya, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra kerja masyarakat di lingkungan sekitar.
Maulana juga menjelaskan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga Expo Madrasah, sementara Matsutake Competition baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, panitia mencatat peningkatan minat dan partisipasi peserta. “Dampaknya sangat positif. Tahun ini jumlah peserta hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa Matsutake Competition semakin dipercaya sebagai ajang kompetisi yang berkualitas, di luar lomba-lomba yang diselenggarakan pemerintah,” kata Maulana.
Menutup keterangannya, Maulana menyampaikan harapan agar Matsutake Competition dan Expo Madrasah terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga ruang kolaborasi pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan sosial yang semakin luas.
“Ke depan, kami berharap kegiatan ini semakin besar, melibatkan lebih banyak sekolah dan masyarakat, serta semakin menguatkan posisi MTsN 1 Kendari sebagai madrasah yang berprestasi, terbuka, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tutup Maulana.