Tutup Kegiatan Workshop PKB, Kakankemenag Kota KendariTekankan Penguatan Karakter pada Guru MTsN 1 Kendari.

Kendari (Humas MTsN 1)---Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, H.Zainal Mustamin,S.Ag., MA.,didampingi oleh Kasi Penma Kantor KemenagKota Kendari,menutup secara resmi kegiatan WorkshopPengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)yang di gelar oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari di Zona Alam Kendari, Ahad 29/08/2021. Mengawali penutupan workshop ini terlebih dahulu Kakankemenag memberikan materi tentang Penguatan Karakter Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan. Dalam mengawali pemaparannyaKakankemenag mengenalkan pola pembelajaran dengan menggunakan sistem Blended yang jauh sebelum pandemi telah digunakan oleh sekolah-sekolah maju atau sekolah-sekolah internasional. “Pengalaman dalam mengelola pembelajaran online mengantarkan kita sedang memasuki satu tahapan penting dari sistem pembelajaran masa depan.Sehingga kedepan akan ada tiga model yang akan diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pembelajaran model pra-pandemi,saat pandemi dan pasca pandemi. Artinya,akan ada yang tradisional, tatap muka ada yang online dan Blended. “Jadi Blended Learningini dilakukan, tekniknya,sebuah pembelajaran tatap muka yang menggunakan waktu selama 40 menit, hanya dimanfaatkan separuh waktu untuk pendalaman diskusi dan penguatan. Pengenalan materi teori itu diperkenalkan melalui blended dengan pendekatan teknologi . Jadi, guru dan siswa diperkenalkan teknologi melalalui media sosial untuk menyerap pengetahuan, teori-teori dasar dengan bimbingan guru untuk mengetahui pengalaman pembelajaran dari aspek teori. Nah pengetahuan dasar itu dibawa ke dalam kelas dalam bentuk tatap muka, untuk penguatan dan pendalaman. “Jadi kedepan Blendedini kombinasi yang ideal dalam pembelajaran untuk memperkaya pengalaman anak dirumah, dibawah pemantauan guru untuk mengakses pembelajaran lebih awal, yang tidak semuanya bisa dihabiskan dalam waktu 40 menit”,paparnya. “Kemajuan bangsa, kemajuan peradaban kuncinya ada pada guru. Guru yang berkarakter menghasilkan pendidikan berkwalitas yaitu pendidikan yang membangun moralitas dan kompetensi”. “Pembelajaran yang berkualitas hanya bisa diberikan oleh guru yang kompeten dan bermoral maka seluruh komunitas madrasah harus memberikan yang terbaik bagi daerah kita khususnya, dan bangsa kita, dan hal yang terbaik itu adalah pendidikan”, tambahnya. Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan bahwa Ada 2 hal penting yang kita kontribusikan untuk kemajuan pendidikan yaitu membangun karakter dan mengembangkan kompetensi dalam rangka mempersiapkan masa depan anak-anak kita. Kehebatan mengembangkan kompetensi kalau tidak cukup kuat menanamkan moralitas akan menghancurkan peradaban yang sudah dibangun ribuan tahun. Oleh karena itu, moralitas sangatpenting untuk selalu dijaga dan itu harus dimulai dari para guru”, pesannya. Karena itu tugas kita sebagai seorang guru dalam membantu orang tua adalah mengembangkan kompetensi siswa dan membangun moralitas. Guru adalah tokoh utama perubahan .Semegah apapun gedung yang dibangun, secanggih apapun inovasi pendidikan,tanpa hadirnya guru yang profesionaldan berkarakter atau bermoral maka kita tidak bisa menghasilkan SDM yang paripurna”, harapnya. Pembelajaran bisa secara formal dilakukan secara otodidak, tetapi pembentukan moral butuh proses pembiasaan. Kalau tidak ada proses pembiasaan dan peneladanan maka akan sulit. Berbagai keterampilan bisa dikuasai secara otodidak melalui tutorial youtube atau media lainnya, tetapi akhlak dan moralitastidak bisa dipelajari dari youtube. Karena itulah peran guru dari aspek pengembangan moralitas tidak bisa digantikan oleh teknologi, karena didalamnya ada proses pembiasaan yang terus menerus dilakukan sehingga membentuk sebuah jati diri.”Katanya mengakhiri pemaparan materinya. Beberapa saat setelah itu, Kakankemenag menutup kegiatan ini secara resmi dan berharap kepada para peserta workshopmemperoleh pencerahan sehingga dapat dilakukan perbaikan mutu madrasah sebagai ikhtiar dalam mengevaluasi dan memperbaiki kualitas, yang dituangkan melalui prestasi-prestasi. Semoga dengan tersusunnya kurikulum ini, MTsN 1 mampu menjalankannya dengan semaksimal mungkin. Kegiatan ini berakhir ditandai dengan penandatanganan Dokumen Kurikulum MTsN 1 Kendari tahun pelajaran 2021/2022.